
Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS menggugat 38 entitas pada 27 Agustus, menuduh mereka mengajukan Formulir ADV palsu antara tahun 2025 dan 2026 untuk menampilkan diri sebagai penasihat investasi yang sah.
SEC mengajukan 38 pengaduan perdata terpisah di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Colorado. Regulator menuduh bahwa beberapa terdakwa kemungkinan beroperasi di luar negeri dan menggunakan pengajuan publik resmi untuk mendapatkan kredibilitas di mata investor ritel AS.
Tuduhan-tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan. SEC tidak melaporkan berapa banyak yang ditransfer investor ke entitas tersebut, mengidentifikasi korban yang dikonfirmasi, atau mengungkapkan total kerugian.
Pengaduan tersebut menuduh bahwa para terdakwa mencantumkan alamat bisnis di Colorado tempat mereka tidak memiliki kehadiran fisik. Beberapa di antaranya memberikan nomor telepon yang tidak terhubung atau nomor yang dimiliki oleh bisnis yang tidak terkait.
Banyak pengajuan berisi informasi yang identik atau hampir identik. Menurut salah satu pengaduan, dana yang disebut-sebut umumnya melaporkan aset sebesar $78,96 juta atau $48,96 juta, 89 atau 33 investor, dan investasi minimum sebesar $50.000 atau $5.000.
Entitas-entitas tersebut juga mencantumkan struktur kepemilikan yang cocok. Struktur tersebut dilaporkan mengaitkan 10% kepemilikan kepada penasihat atau pihak terkait, 90% kepada investor asing, dan 50% kepada dana induk (funds of funds). Kategori-kategori tersebut bisa tumpang tindih.
SEC mengatakan beberapa pengajuan mengklaim bahwa laporan keuangan dana privat telah ditinjau oleh salah satu dari dua firma akuntansi independen. Para penyelidik tidak dapat menemukan auditor tersebut dalam daftar akuntan federal atau negara bagian.
Seorang penasihat pelapor yang dikecualikan (exempt reporting adviser), atau ERA, bukanlah penasihat investasi yang terdaftar di SEC. ERA umumnya hanya memberikan nasihat kepada dana modal ventura atau dana privat dengan aset di bawah manajemen kurang dari $150 juta di AS.
Mereka harus mengajukan informasi terbatas melalui Formulir ADV, tetapi SEC tidak menyetujui pengalaman, kualifikasi, atau klaim bisnis mereka sebelum menerbitkan pengajuan tersebut. Pengaduan tersebut menuduh para terdakwa mengeksploitasi proses itu karena pengajuan menjadi dapat dicari publik tanpa persetujuan sebelumnya.
Beberapa situs web terkait menampilkan sertifikat yang secara keliru menyatakan bahwa entitas tersebut telah menerima "izin RIA SEC", menurut peringatan regulator. Sertifikat tersebut menggunakan nomor pengajuan dan pendaftaran asli agar terlihat otentik.
Beberapa terdakwa menggunakan nama-nama yang merujuk pada kripto, bursa (exchanges), teknologi baru, atau pendidikan keuangan. Mereka termasuk CryptoOrbit, Pinnacle Crypto Exchange, Web3 University, Axivon Exchange, dan Future Finance Academy. Namun, SEC tidak mengkarakterisasi setiap terdakwa sebagai bisnis kripto.
SEC mengatakan alamat IP yang digunakan untuk mengakses sistem pengarsipannya dilacak ke yurisdiksi asing dalam beberapa kasus. SEC tidak mengidentifikasi setiap negara atau menuduh bahwa semua 38 entitas beroperasi di luar AS.
Pengacara Komisi meminta catatan yang mendukung aset, investor, karyawan, auditor, dan operasi dana yang dilaporkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Para terdakwa diduga gagal memberikan materi yang diminta.
Dalam kasus terhadap Abrdn Canada Limited, staf SEC mengirimkan permintaan catatan ke alamat yang tertera di Denver pada bulan April. Korespondensi tersebut dikembalikan sebagai tidak terkirim. Panggilan telepon tidak terhubung, sementara email berikutnya tidak mendapat tanggapan.
Pengaduan tersebut juga menuduh entitas tersebut mengklaim beroperasi sebagai operator kumpulan komoditas (commodity pool operator) atau penasihat perdagangan tanpa pendaftaran CFTC atau National Futures Association yang sesuai.
SEC mendakwa para terdakwa di bawah Bagian 204(a) dan 207 dari Undang-Undang Penasihat Investasi (Investment Advisers Act). Ketentuan-ketentuan tersebut mengatur catatan penasihat dan pernyataan palsu yang dibuat dalam pengajuan yang disyaratkan.
Agensi ini mencari perintah permanen, denda perdata, dan perintah yang melarang entitas-entitas tersebut mengajukan Formulir ADV di masa mendatang sebagai penasihat pelapor yang dikecualikan. Jumlah denda akan ditentukan oleh pengadilan.
SEC memerintahkan FINRA untuk menghapus 38 pengajuan dari database Pengungkapan Publik Penasihat Investasi (Investment Adviser Public Disclosure). FBI membantu melalui Operasi Level Up, sebuah inisiatif yang mengidentifikasi dan menghubungi calon korban penipuan investasi.
Investor tidak boleh menganggap kemunculan Formulir ADV sebagai bukti pendaftaran SEC. Regulator menyarankan pengguna untuk memverifikasi status perusahaan secara independen dan menghindari mentransfer uang, kripto, atau informasi pribadi ketika ERA mendekati investor individu secara langsung.
Taktik peniruan serupa juga muncul di luar AS. Dalam liputan terkait, penipu menggunakan nama regulator dan dokumen palsu untuk menargetkan pengguna kripto selama transisi MiCA Eropa.